Teko Listrik Stainless Steel

Pagi ini keyword google yang kupakai lain dari hari-hari biasanya. Sebagai calon web developer professional (Amin), keyword seperti best jquery plugins, web element icon, codeigniter plugins dan yang sejenisnya sudah sering kupakai ketika mencari resource untuk membangun aplikasi berbasis web. Namun, hari ini keyword yang kupakai memang sedikit menyimpang. Keyword yang kugunakan adalah jual teko listrik, teko listrik stailnless steel, harga teko listrik, teko listrik hemat atau keyword lain yang berhubungan dengan teko listrik.

Entah kenapa, teringat dalam pikiranku kira-kira dua bulan yang lalu ketika kakak sedang berkunjung ke kontrakan tempat aku dan kawan-kawan tinggal. Waktu itu, memang kakakku sedang ada pelatihan di Jakarta selama dua bulan. Ketika hari libur ia sempatkan mampir ke tempatku. Secara tidak sengaja dia melihat teko listrik yang biasa kami gunakan untuk memasak air. Teko yang kami gunakan memang teko listrik plastik biasa. Elemen pemanas di dalam teko menyentuh air secara langsung. Sudah barang tentu ketika elemen itu mulai bertambah umur, zat-zat yang terkandung di dalamnya akan tercampur bersama air yang dimasak. Melihat teko seperti itu, kakak melarangku menggunakannya lagi karena efeknya tidak baik untuk kesehatan dalam jangka panjang.

Awalnya, nasihat itu agak kuabaikan. Teko tersebut masih kupakai walaupun dengan frekuensi yang sedikit berkurang. Hingga tadi pagi tiba-tiba aku berniat ingin membeli teko listrik yang stainless steel dan lebih aman digunakan. Dimulai dari searching melalui internet, ada beberapa referensi teko listrik yang kuperoleh. Akhirnya, siang hari kusempatkan mencari teko listrik di pasar jatinegara.

Diiringi hujan deras dengan reda sesekali, tidak menyurutkan niatku untuk membeli teko listrik stainless steel. Setelah berkeliling kesan kemari ternyata susah sekali menemukan teko jenis stainless steel yang kuinginkan. Memang ada, tetapi kebanyakan ukurannya kecil dan elemen pemanas masih menyatu dengan teko walaupun elemen pemanasnya tidak bercampur dengan air secara langsung. Ada juga teko listrik yang bentuknya lebih mirip ceret. Sedangkan yang kuinginkan teko bisa diambil terpisah dari elemen pemanasnya dan ukurannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.

Karena hujan tiba-tiba agak deras, aku berteduh di depan sebuah toko. Sambil memperhatikan kiri, kanan dan depan, pandanganku jatuh ke toko tepat di seberang jalan. Kuperhatikan ada alat-alat listrik untuk keperluan rumah tangga. Sambil berrlari kecil, kudatangi toko tersebut. Dan Alhamdulillah, ternyata teko listrik yang kuinginkan ada. Agak mahal memang, yaitu Rp 130.000,00. Awalnya dijual seharga Rp 150.000,00. Namun akhirnya dapat kubeli dengan harga Rp 130.000,00.

Setelah kubeli, aku langsung berniat pulang. Memang benar kata dosenku dulu. Anak laki-laki biasanya tidak ingin mencari barang yang lain ketika barang yang dicari sudah ada di tangan. Berbeda dengan anak perempuan yang justru berkeliling lagi mencari sesuatu yang belum direncanakan sebelumnya.

Setelah sampai di rumah, kubaca petunjuk dengan hati-hati karena alat-alat seperti ini cukup berbahaya jika pemakaiannya tidak sesuai dengan petunjuknya. Ternyata teko ini memang luar biasa. Secara otomatis listrik akan mati ketika air di dalamnya sudah mendidih. Mulai sekarang saya tidak perlu cemas lagi menggunakan teko listrik.

farid

Selamat datang dan salam kenal. Penulis merupakan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Jakarta jurusan Komputasi Statistik. Menekuni pemrograman web khususnya PHP dengan Yii Framework. Penggemar musik instrumen dan film Doraemon. Berasal dari Kota Lumpia Semarang dan pernah bertugas menjadi Staf Produksi dan IPDS di BPS Kabupaten Melawi. Sejak tahun 2016, mulai bertugas sebagai Staf Pengolahan Data di BPS Provinsi Kalimantan Barat

You may also like...