Analisis Sinema Indonesia

Setelah cukup seru memperbincangkan Drama dan Movie Korea, sekarang saatnya melihat kembali sinetronn-sinetron yang makin banyak menghias layar televisi sahabat semua. Bagi yang belum membaca note sebelumnya, silahkan baca dahulu supaya makin nyambung. Pengalaman penulis pribadi ketika menonton sinetron pada awalnya cukup menarik, namun lama kelamaan kok jadi membosankan. Setelah sedikit mencermati style sinetron negeri kita ini, dapat kita tarik beberapa gaya yang sama. OK, langsung aja

  1. Zoom yang terlalu berlebihan. Banyak adegan-adegan di mana pemeran dizoom terlalu sering. Biasanya adegan ini untuk menunjukkan emosi pemeran.
  2. Terlalu banyak narasi oleh pemeran seolah-olah berbicara pada diri sendiri. Coba kita bandingkan dengan film-film berkualitas yang biasanya emosi pemeran diperlihatkan dengan aktifitas2 yang sedang dilakukan. Memang inilah sebenarnya tugas seorang aktor/aktris. Tidak hanya mendongeng lewat narasinya yang jika tidak kita tonton secara langsung sekalipun dan hanya mendengarkan speaker sudah dapat mengerti jalan cerita. Selain itu, secara tidak langsung penonton dianggap bodoh karena seolah-olah tanpa narasi tersebut kita tidak paham emosi pemeran. Capek deh…
  3. Artis aji mumpung. Masih ingat manohara? Ups, kayaknya tidak perlu dilanjutkan lagi deh untuk kasus ini. Seperti baru-baru ini tenar pemain naturalisasi timnas irfan bachdim, Bung Anas Urbaningrum mengingatkan supaya jangan tergelincir jadi pemain sinetron. Ah, ada-ada saja hehe.. Bapak tahu aja style persinetronan negara kita.
  4. Poin 4 ini cukup serius. Banyak sinetron-sinetron yang berbau agamis tetapi pemilihan waktu yang tidak sesuai dengan agama sendiri. Masak sinetron religi ditaruh waktu maghrib mpe isya. Padahal, ini adalah waktu-waktu yang penuh barokah untuk melakukan ibadah. (Weits, jangan kaget ya, hehe..)

OK, untuk sementara cukup sekian dahulu ulasannya, kurang lebihnya penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya. Bagi yang pengen nambahin, silahkan dikomen…

farid

Selamat datang dan salam kenal. Penulis merupakan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Jakarta jurusan Komputasi Statistik. Menekuni pemrograman web khususnya PHP dengan Yii Framework. Penggemar musik instrumen dan film Doraemon. Berasal dari Kota Lumpia Semarang dan pernah bertugas menjadi Staf Produksi dan IPDS di BPS Kabupaten Melawi. Sejak tahun 2016, mulai bertugas sebagai Staf Pengolahan Data di BPS Provinsi Kalimantan Barat

You may also like...